
Padang Pariaman ( MAN IC)– Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 pada tanggal 01 s/d 09 November mendatang, MAN Insan Cendekia Padang Pariaman menyiapkan langkah strategis untuk memastikan seluruh siswa kelas XII mampu menghadapi asesmen ini dengan optimal. Persiapan yang dilakukan tidak sekadar teknis, tetapi juga menyentuh aspek akademik, mental, dan strategi belajar jangka panjang.
Secara nasional, TKA hadir sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menyediakan instrumen asesmen yang lebih adil, objektif, dan setara antar daerah serta satuan pendidikan. Berbeda dengan Ujian Nasional yang pernah menjadi penentu kelulusan, TKA menitikberatkan pada kemampuan berpikir kritis, analitis, dan penerapan konsep dalam berbagai konteks. Hasil TKA tidak menentukan kelulusan, namun berfungsi sebagai bahan refleksi bagi sekolah, siswa, dan orang tua untuk melihat posisi capaian akademik yang sebenarnya.
Selain itu, TKA juga dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan penting dalam seleksi masuk perguruan tinggi, khususnya jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi). Oleh karena itu, walaupun tidak bersifat wajib, keberadaan TKA menjadi sangat relevan bagi siswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Wakil Kepala Bidang Akademik MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, Dr. Darwin, menegaskan urgensi TKA bagi peserta didik.
“TKA memang tidak dwajib bagi semua siswa, tetapi bagi mereka yang hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi, asesmen ini krusial. Tujuan utamanya adalah membantu sekolah memperbaiki kualitas pembelajaran, serta memberikan gambaran obyektif tentang kesiapan akademik siswa dalam menghadapi tantangan yang lebih tinggi,” jelasnya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, MAN Insan Cendekia Padang Pariaman telah menyiapkan program pembelajaran khusus bagi seluruh siswa kelas XII. Program ini dirancang dengan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pendalaman materi inti, latihan soal berbasis HOTS (High Order Thinking Skills), hingga simulasi ujian berbasis komputer yang menyerupai sistem TKA nasional.
Yang menarik, strategi ini tidak hanya bertumpu pada pembelajaran internal di madrasah. MAN Insan Cendekia juga menjalin kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar independen. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pembelajaran yang mandiri, menambah variasi metode latihan, sekaligus memperluas wawasan siswa dalam menghadapi pola soal yang beragam. Dengan pola demikian, siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga terbiasa mengelola strategi menjawab soal secara efektif dan efisien.
Program persiapan ini dijalankan secara terstruktur dengan melibatkan guru mata pelajaran, wali kelas, hingga tim akademik. Madrasah menekankan bahwa pendampingan tidak boleh hanya sekadar mengejar target nilai, tetapi harus membangun karakter kemandirian belajar, disiplin, serta daya tahan mental.
Kepala MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, Hendrisakti Hoktovianus, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap seluruh elemen yang terlibat dalam persiapan ini.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras guru, tim akademik, serta dukungan dari orang tua yang selalu mendorong anak-anak untuk siap menghadapi TKA. Persiapan ini bukan sekadar untuk menghadapi ujian, tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri, disiplin, dan daya juang siswa agar mampu bersaing di tingkat nasional. Kami optimis, dengan usaha bersama, hasil terbaik akan dapat diraih,” ungkapnya.
Lebih jauh, Hendrisakti menekankan bahwa TKA harus dipandang sebagai momentum pembelajaran kolektif. Tidak hanya siswa yang belajar lebih keras, tetapi guru dan madrasah pun mendapat kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas proses pembelajaran yang sudah dijalankan. Dengan data TKA, sekolah bisa melihat secara lebih objektif kekuatan dan kelemahan kompetensi akademik, lalu merancang langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.
Sebagai penutup, Dr. Darwin kembali menegaskan makna dari keikutsertaan dalam asesmen ini.
“TKA jangan dilihat sebagai beban, tetapi sebagai peluang. Kesempatan ini akan melatih anak-anak kita berpikir kritis, mengenal kemampuan dirinya, sekaligus mempersiapkan langkah ke depan. Dengan persiapan yang baik, saya yakin siswa MAN Insan Cendekia Padang Pariaman tidak hanya mampu menghadapi TKA, tetapi juga siap menatap masa depan dengan penuh percaya diri,” tambah Darwin
Dengan persiapan yang matang, dukungan bimbingan belajar independen, serta komitmen penuh dari seluruh pihak, MAN Insan Cendekia Padang Pariaman yakin bahwa siswanya akan mampu menghadapi TKA 2025 dengan percaya diri. Lebih dari sekadar angka, keikutsertaan siswa dalam TKA menjadi simbol keseriusan madrasah untuk terus menjaga mutu, adaptif dengan kebijakan pendidikan nasional, sekaligus melahirkan generasi yang siap menatap masa depan. Nda





